Monday, February 27, 2012

NIAT

Seorang Pharmacyst bertanyakan soalan, " Bagaimanakah kita menjaga niat, agar ia tidak tersimpang?"
Itu satu soalan yang amat baik. Pernah hinggap di telinga suatu ketika dahulu, namun sudah agak lama tidak diperingatkan jawapannya.
Lalu Ustaz menjawab," Pertama,kuatkan niat dengan ilmu di dada.Kedua, selalu bersama-sama dalam jamaah."


Ya, Ustaz. Aku masih ingat lagi ketika mula-mula mengupas Hadith pertama dalam buku Hadith 40,aku telah diberikan satu pesanan bahawa, apabila menghadiri majlis ilmu, sentiasa niatkan untuk mengisi jiwa dengan ilmu-ilmu Allah.


Malam itu kami mulakan dengan hadith yang pertama dahulu. Ringkas pengisiannya namun cukup untuk membangkitkan jiwa yang lemah. Kemudian disusuli pula dengan pengisian awal "Apa ertinya saya menganut Islam" tulisan seorang jurutera, Fathi Yakan.


Oleh kerana malam sudah semakin lewat, kami beredar lebih awal, sebelum majlis benar-benar berakhir. Timbul sedikit kesal kerana tidak menunggu sehingga ke akhir, namun apakan daya, kami perlu melintasi Selat Melaka yang kelam pada tengah malam yang dingin, ditambah pula hanya berkelana sesama Hawa. Pengalaman pertama memandu sendiri sejauh itu.Tidaklah jauh mana pun, tapi ia satu pengalaman baru buatku dan buat kenderaanku. Rindunya pada pengalaman merantau di tempat orang dahulu, sudah tentunya dahulu lebih menarik kerana aku boleh menghayati pemandangan dan hanya sesekali merujuk peta untuk sahabatku yang memandu. Kini aku pula yang harus menjegilkan mata dan memberi fokus yang tinggi. Ada juga aku membuat aksi reverse 5 meter di jalan utama dek terlepas simpang -- Awas,jangan meniru aksi ini. 


Looking forward for the next one, tapi macam ada aral melintang -- I'm joining the new department in a few days, that means tagging for 2 weeks!!
______________________________________________________________________________

Rasa amat lega. Berakhir sudah "penderitaan" selama empat bulan di jabatan ini. Bermula di general medical ward yang super busy - - tapi di sinilah aku belajar buat banyak prosedur, daripada simple peritoneal tapping hinggalah lumbar puncture.Kemudian ke chest ward, inilah ward yang paling best,walau busy macam manapun, tetap boleh habis kerja by 5 pm.Seterusnya, ermm haematological ward, umpama @#$%^&, setiap hari start kerja pukul 5 pagi, bila abang tiri tiada, mak tiri datang buat rounds, dan kenalah macam-macam tengkingan daripadanya.Lepas sebulan, lega sikit apabila bertukar ke Nephrology ward, busy juga, selalu kena epigastric pain sebab tak sempat langsung nak makan, tapi hati tak sakit...hanya setengah bulan di sini, sebab dah start cuti. Alhamdulillah, specialist in charge bagi habiskan semua cutiku,jadi aku dah kira bercuti panjanglah ni walaupun minggu lepas masih buat oncall dan clinic duty semasa cuti.


Dalam masa beberapa hari ini aku berasa sangat tenang...tak perlu fikir pasal tekanan kerja.Tapi..stress macam mana pun, dah setahun lebih aku menghabiskan housemanship di sini, tinggal lagi 2 postings, InsyaAllah. Aku tak pernah pertikaikan keputusanku untuk terus pulang ke Malaysia for good lepas graduate dan bekerja di sini. Cuma yang aku selalu pertikaikan ialah budaya kerja di sini yang tak mesra house officer. Semua yang buruk-buruk adalah house officer..Ada consultant yang sambung belajar di UK/Ireland pun bila pulang tidak membawa langsung budaya dari sana. Bukan nak puji budaya orang, tapi hakikatnya BUDAYA/ETIKA KERJA mereka lebih baik daripada kita...


___________________________________________________________________________

Pertama kali menjejakkan kaki ke Straits Quay yang terletak hanya 15 minit dari rumahku. Subhanallah, apabila pandang ke laut, cantiknya pemandangan, ada light house lagi. Namun bila meninjau di dalam bangunan, erk...tak sesuai dengan jiwaku, terlalu "mahal". Rata-rata kedai di situ adalah yang eksklusif, kata orang Melayu, untuk orang-orang kaya.Sungguhpun aku sudah bekerjaya, aku masih lagi tak pandai nak "berbelanja lebih", untuk ke restoran/kedai yang hebat seperti itu, aku tidak betah.


Tujuan aku ke sana adalah untuk ke PC Fair, yang julung-julung kali diadakan di situ. Amat mengecewakan...tak banyak booth dibuka pun, tak seperti di PISA dahulu, nak mencari pen drive pun susah, hanya ada 2 booth yang menjualnya, itupun pendrive biasa, bukan yang funky/unique tu, harganya pun mahal.Lalu kakiku pantas melangkah keluar, tak guna lama-lama di situ,hajat tidak kesampaian. Suatu hari akan kubawa mak dan ayah melihat light house dan jeti yang cantik itu, insyaAllah.
_________________________________________________________________________________

Alhamdulillah semalam aku membawa mak dan ayah menziarahi keluarga abang di Juru.Kami dinner di warung Pak Su yang terkenal dengan mi udang/ mi ketam -- pernah masuk Jalan-Jalan Cari Makan. Masa sampai di rumah abang, dah pukul 6 petang, si Aliff Zikriy baik punya lena.Sudah betah bercakap budak itu, namun masih "tak terus" lagi.

Tuesday, February 21, 2012

Abdominal pain

Nausea, diarrhoea, abdominal cramping-like pain, unable to tolerate orally and dizziness.
I've been having these symptoms since yesterday early morning, started right after I've completed the 6am bloods in Dengue Ward. Food poisoning? AGE? Late effects of gastritis? The Malays say perut masuk angin.
Since I've been working in Nephro ward, I've been ignoring my stomach very much. There is never been a day without complaining of epigastric pain. Still, I have no time to fill in my gastric cavity in order to reduce the acid secretions.Too busy.

I'm on leave for these two days. Thank God, just the perfect timing for my GI tract to make a commotion.Last night, I had multiple times of waking up from sleep due to cramping abdominal pain, making my sleep very bad in quality. Alhamdulillah today I feel much better, even though my appetite is still below normal.Tomorrow I have to work for one more day, oncall at night, then off again.

Last month was tough because of who I worked with.This month is also tough because I've been having EOD calls...super tiring, Even the nurses were surprised to see me coming for oncalls over and over again.

I'll stop complaining about work. Life is not just about the negatives.

2nd February:
Started in a new ward :) I was post call from Chest ward, considered a good call but had to sleep in Surau. I just realised that I have been sleeping everywhere in the hospital, so far nothing happened ...:) What a relief that I finished my rotation in Haemato ward..started and ended with the step mother.Hopefully one day she will realise that nobody is perfect other than Allah and that someone will eventually become better than her.

5th February,Maulidur Rasul
My first call in Nephro ward after almost 2 months..Not a bad call, alhamdulillah.

7th February, Thaipusam.
Oncall again, see? As usual, loud music from behind the hospital, but  I think last year was louder.They celebrated their Hindu's ritual, yet they still fight for some reasons.Hmmm.Happened just behind my ward. People hit each other using helmets and sticks.Pity those who were oncalled in casualty and Surgical ward. That night I spent 45 minutes to get home after oncall, instead of 20 minutes! The traffic was really bad.I supposed, those not celebrating it and those not working should have stayed at home.

8th February
Alhamdulillah.Got one vanilla cake from my parents and one chocolate cake from Shida and Cynthia.

17th February
My leave are all approved!!! Thanks to Sui, she actually helped me "tied" our specialist in charge so that I could go see him and discussed about my end of posting leave. He happily approved my leave and rejected my colleague's leave as he said mine is more important :)

Money, money
My ayah and I have been doing some survey about houses in Penang. Ayah kept saying that its more worth it if I buy a terrace house rather than a condominium/apartments.My YB also advise me to grab any opportunity to buy a land house in Penang, rather than in Seberang or Kedah.The issue is, where do I get the money from? According to the financial planner by the Islamic organisation (forgot its name), now its not the best time to buy a house yet, because I just started working for less than 2 years, and my salary is not like thaaat much. So I just keep it aside first.

It seems that a few political figures associated with BN have problems with money issue. Shahrizat, who loss to Nurul Izzah Anwar in general election yet still appointed as a minister, has problems with money.Her husband are suspected to be using 250millions loaned by government for some projects for personal use - bought luxurious condos, cars and went for family vacation. This issue is still under trial, but as the Malay says, jika tiada angin, masakan pokok bergoyang?

Khir Toyo, formerly well respected as a Dentist who became a MB finally found guilty of bribery. He bought a mansion worth millions. Fuhh!!What an "achievement" for him.

Ling Liong Sik,also investigated for the same issues. Hmm,..I thought these ministers always get extra allowance when they go for some visit, plus some other tiny miny allowances, but still not enough?

Talking about money also, someone confidently said that the RM500 BR1M is halalan toyyiba. Wah...such an excellent use of words. But when it comes to RM100 bantuan warga emas, it is all haraaam.Anyway, I believe that the money actually belongs to rakyat, and they deserve to have it even without applying for it.By the way, when will our allowance going to be paid? It has been 5 months already, working/oncall like zombies but getting salary like the bankers who sit in air-cond room from 8-5.

My appetite is still very poor. My stomach is still not healthy.I am not keen to go to work and oncall tomorrow, but I am happy, tonight we are going over the sea to meet everyone else after such a looong time.

Tuesday, January 03, 2012

TOUGHEST

Out of one year plus of my career in Medicine, tomorrow is the toughest. May Allah make it easy for me and protect me from the unwanted events...




That new year eve / night , I was on-call. There was no admission from 8pm till 12.30am, then..work was like never ends...other people were counting down the new year, I was counting down the number of admissions...ended up not sleeping at all. Luckily that night I was on-call with my own MO and my own Specialist...just like one team working / suffering together.Then, the next day I had to go back to my ward and review patients, stayed awake till 12 noon, then only could go back home.My day was totally out...
And so I missed the opportunity to meet the people for some charity event...


An Album Not To Be Missed....


- WELCOME 2012 -

Sunday, December 18, 2011

Kenangan

Sedar tak sedar hari ni sudah 18 Disember 2011. Rasa bagai baru semalam aku menuliskan 18 November. Hampir pula terlepas untuk membayar ansuran kereta.Sudah semakin ke penghujung tahun Masihi.Entah apa yang bakal menanti kelak.

Sudah setahun lebih juga aku menjejaki alam pekerjaan. Mana sangka, cita-cita di bangku sekolah kini telah menerjah kehidupan realiti, tinggal untuk memperelokkan lagi sahaja.

Bekerja di tanah air ini memang mencabar. Lain benar cabarannya dengan di Ireland dahulu. Di sana, walaupun tidak berkesempatan makan gaji dengan Kerajaan Irish, aku sempat juga memasuki Health System mereka yang ternyata lebih dekat di hati pesakit dan pekerja. Tak sabar menanti bila agaknya kerajaan Malaysia hendak memperkasakan Family Medicine dan menambahkan lagi bilangan government and semi-government hospitals.

Dahulu ketika di Medical School, saban tahun pasti aku akan dihantar ke periphery hospitals.Tahun kedua ada Family attachment di Douglas, sebanyak lima pertemuan diatur dengan Mr Browne yang menghidap Parkinson dan Bipolar Disorder itu.Perjalanan ke sana dengan menaiki bas nombor 6 atau 7 sungguh mendamaikan, menyusuri countryside yang lebih kampung daripada Cork itu sendiri.Sebelum pulang, acap kali aku singgah di Dunnes Store di bandar itu.

Tahun ketiga, aku dihantar ke Clonmel, sebuah lagi perkampungan Irish yang serba hijau.Perjalanan menaiki bas memakan masa sejam setengah. Kami ditempatkan di sebuah Bed and Breakfast yang sempurna dan selesa.Selalunya kami menumpang kereta kawan-kawan mahupun senior untuk ke hospital yang terletak agak jauh, di atas bukit pula tu.Sebulan di sana, aku attached dengan Geriatrics and Endocrine.Suka hospital di sana, tak begitu ramai seperti di Cork.

Masuk tahun keempat, aku ke Dungarvan untuk GP Attachment.Hanya aku dan Brian, seorang pelajar matang dari USA dihantar ke sana. Lokasi penginapan dan klinik sangat dekat, lebih-lebih lagi apabila melalui Dungarvan Shopping Centre sebagai short cut.Bertemu dengan GPs dan patients yang sangat baik.Kemudian untuk Surgery, aku dan Afzan dihantar ke Mallow, sebuah hospital kecil di atas bukit yang mendamaikan. Kami tidak begitu rajin ketika itu, jadi hari Jumaat adalah hari yang dinanti-nantikan untuk kembali ke Cork.

Final year...aku ke Clonmel sekali lagi untuk A&E attachment.Basically unit itu tidak begitu menggerunkan berbanding di sini, kadang-kala begitu sunyi tanpa kes. Bila berlaku kes besar macam gun shooting, kami pula tiada kerana pulang berhujung minggu.Kami berempat dihantar ke sana, aku, Peter (yang kemudiannya masuk wad selama 10 hari kerana subarachnoid haemorrhage), Aoife Turner (yang telah digoda oleh Registrar di situ sampai mencarinya di BnB) dan Jean (Miss Cork 2008 yang sebelum itu baru sembuh daripada seizures).Kemudian untuk GP attachment, aku ke Mallow sekali lagi, kali ni lebih berada di bandar yang kecil itu, hanya sekali aku berjalan selama hampir sejam ke hospital untuk sesi bersama physiotherapy.

Sengaja aku coretkan memori ketika peripheral attachment dahulu, agar tidak luput di ingatan.Honestly I enjoyed being in Ireland no matter how difficult my life was before.No matter how easy my life now, being in my own place, things are just not comparable...

Aku juga appreciate keindahan bumi Allah di tempat-tempat lain sekitar Ireland. Antaranya Dublin yang serba maju dan dihujani oleh ribuan manusia, Limerick yang terkenal dengan kes-kes jenayahnya namun masih bisa menggamit hati atas keindahannya, Waterford yang mungkin hanya  dua kali kujejaki tapi penuh bermakna, Wexford yang mempertautkan satu ikatan cukup bermakna, serta Galway yang juga kampung seperti Cork. Cuma Belfast yang tidak sempat kujejak...Teringat pula pada Cliff of Moher, tempat pilihan Westlife membuat video clip mereka, Ichydoney Beach..tempat kami bertiga berkelana, yang kemudiannya diperkenalkan kepada ayah, mak dan YB tatkala mereka berada di bumi Ireland dahulu, serta Clonakilty yang meninggalkan seribu satu kenangan...

Kini semua kenangan itu pasti tetap kukenang, dan aku akan teruskan langkahan kakiku untuk ,mengejar apa yang harus kukejar..

Jumaat lalu ketika di kedai buku, aku terpandang pada sebuah buku bertajuk,"Masih Bujang? Relakslah..." Menarik tajuknya tapi aku tidak terpanggil untuk membaca atau membelinya.Aku bersyukur atas nikmat bujang yang Allah berikan, ia umpama "waktu lapang sebelum sibuk".Masa yang ada ini dapat kugunakan sebaiknya untuk sesuatu yang mungkin tidak akan dapat dilakukan lagi setelah berumah tangga kelak. Namun, aku hormati dan gembira dengan rakan-rakan serta juniors yang telah pun berumah tangga pada usia muda.

Aku percaya bahawa Allah itu lebih tahu bila waktu yang sesuai untuk kita mengubah status diri. Jika aku mahu, Dia lebih tahu, jika Dia mahu, aku tidakkan tahu...

Bila aku bawa mak dan ayah ke kenduri, soalan yang sama orang tanya, " tak kerjakah hari ni?"...Wah...bosan sungguh mahu menjawabnya, balik-balik kerja juga yang dibicarakan, jika aku bekerja, tidak muncullah aku di kenduri itu.Sekarang ni ke mana-mana pun mereka melihat aku bersama mak dan ayah, kelibat abang-abang tiada lagi, benarkah satu hubungan menjadi renggang apabila satu hubungan lagi dijalinkan?

Thursday, December 08, 2011

Bits and Pieces

I have been in this new department for more than a month. I started with the toughest ward, followed by the so-called chill ward, but not to our team apparently !
My main concern before I join the department was how do I deal with the frequency of patients needing resuscitation, especially during oncall times? Now, resuscitating patients are part of my routines!

Patient collapsed

When patient undergoing haemodialysis suddenly developed hypotension, and your MO was unreachable, all you do is to withold the dialysis and start inotropes, since the patient can't tolerate fluid resuscitation. Here in this department, you work more independently, when you can't contact your MO, you better do something, as long as patient survives!

When initiating resuscitation, remove your white coat and the hanging name tag, but make sure your stethescope is reachable.Emergency trolley must be pushed to the bed, pull the curtain, put on cardiac monitor, ask the nurses to prepare adrenaline/atropine and ask them to call MO.

On our first day in this ward, two patients collapsed and unable to revive :(

Today, a patient collapsed for the second time, at about the same time as yesterday. I joined in the team to help, and alhamdulillah, during my chest compression, patient's heart beat came back and he survived. What important is not the outcome, but the effort you have put into. I could have just walked away and let my oncall colleague handle it but what if the patient is your relative, would you stay and help all out or leave?

Misi oh Misi

Tired of being called Misi. I don't look down on Misi, never do I, or will I, but I just can't tolerate those who simply call us, the female HOs, "Misi" just because we are all female like the nurses. Yesterday, while me and Vadi were doing morning reviews, a man came asking about his father's diapers size. He spoke English (that means he is somehow educated), but he called us NURSE.My friend spontaneously answered him, "We are not nurses, we are doctors. The nurses are there, you can ask them". The man was like, "oh, uh..uh".Seeing him in "shock", I just gave him some advice about the diapers (since I am taking care of my grandma, I know some things about adult diapers).

Today, a son in law came to me asking about his father in law.He called me Misi.I said, " I am not Misi." He laughed..then continued asking the questions.Okay, fine, maybe he came from a village and not that educated. I could tolerate that. In the evening, he came again, calling me Misi.My oncall colleague corrected him, "Ini bukan Misi, ini doktor." He still laughed and continued asking.So, what do we call this?

When we were walking to the auditorium for a meeting, a woman stopped my colleague by calling her Misi.She wanted to ask something, My friend just smiled and responded to her query.Ehem, my friend is a tall, slim girl who really have the look as a doctor. But still...?

Consultant Who Needs A Moral Education Class

He is a consultant radiologist but he acts like a billionaire who doesn't mix with people. Every time when you went to see him for some imaging, he will just ignore you totally. Like you are begging for his money. Like he pays for all the imagings.My friend who went to see her earlier just showed the imaging form in front of his face after he ignored her once and just walked away.Me, being a bit more patience, I just waited and waited, standing there like nobody business, until another consultant radiologist came and asked me, and I finally got the approval from the other consultant who wasn't even in charge of CT that day!

In the evening, I was supposed togo and get another outpatient appointment for my patient but I specifically told my MO that I can only take the next day as I can't tolerate one more "mute moments" from the consultant. He understood (maybe he had experience it before) and allowed me to go the next day. Alhamdulillah, I got an early appointment by a better radiologist the next day.

Weddings

I sincerely apologize to all my friends who invited me to their weddings, but I couldn't make it.My classmates in MRSM got married last weekend but I was working all day. My colleague last minutely invited me to his wedding in Kedah but I couldn't go as well. My junior who got married few months ago and currently pregnant - I started tagging in my last department during her reception and I started oncall in that department on her husband's reception day. My Indian colleague's wedding on Wednesday last month - also I couldn't go as I was working PM shift till 10 pm (but I only went back at 11.30pm).I was also working till 5 pm on my secondary school friend, who invited me 2 days prior to her wedding via SMS.

Again, I apologize for all my absence. And to those who did not invite me (because they invite via Facebook but I don't own one), I don't feel left out, but instead, I am thankful that I did not receive the invitation, hence, I don't have the responsibility to go...

Hoping and giving up

Unsure how and when, but I really have high hopes to go to Kelantan, particularly a few places...The best time to go is before the general election...

And I am giving up on something that I think is not meant for me.Once its deleted from my life, it can never be retrieved back.I think this is the best.

Tuesday, November 01, 2011

Pengaruh Benadryl

Migraine pula malam-malam begini. Ditambah pula dengan perasaan yang bercampur-baur.

Esok bakal memulakan posting baru. Tadi baru siap assessment and logbook semua. Dah masuk fourth posting ni, terfikir pula, layakkah sebenarnya aku? Ni kira dah jadi SHO, genap setahun menghabiskan housemanship. Tapi knowledge and experience tak seberapa. Siap terkantoi dengan head of department bila dia tanya pasal pathophysiology tadi. Mujurlah dapat peluang kedua. Mujurlah Allah permudahkan jalanku. Masa susah ingat betul pada Allah, masa senang…kadang-kadang boleh lupa. Astaghfirullah.

Ahad yang lepas adalah oncall terakhir di department ini. Tercampak di MH pula. Sedih betul melihat keadaan labour room sementara sekarang – macam kem pelarian!! Kasihan pada ibu-ibu yang bersalin di situ. Suami pun tak boleh masuk dah sebab keadaan di situ dah tiada privacy antara patients. Mujurlah tiada flat baby malam tu. Dah la kami berdua relax saja bila dapat panggilan. Siap boleh delay lagi. Tiada lagi adegan berlari pecut turun tangga untuk resuscitation.

Dah batuk semula..hari tu dah ambil masa dua bulan untuk fully recover.Sekarang recur balik. Semalam lepas dinner, aku pun bengong-bengong sebab berada di bawah pengaruh Benadryl. Baring sambil tonton 30 minit bersama Ustaz Don, last-last Ustaz Don yang tengok aku. Sedar-sedar dah 12.30 pagi.

Sekarang headache…macam-macam jadi hari ni. Paginya ke hospital terpacak depan kaunter menunggu specialist in charge sign logbook. Mujurlah dia sign tanpa banyak cakap. Balik rumah makan breakfast, tok pula buat hal. Kena cuci-cuci sikit baru keluar dengan ayah untuk servis kereta. Balik rumah, Tok buat hal lagi.Memang menguji kesabaran bila menjaga orang tua. Aku rasa otaknya tengah atrophy, sebab tu dia jadi satu macam hari ni. Petang keluar lagi ke hospital, tunggu HOD dari dalam office sampai ke luar office.Alhamdulillah, dia sign juga logbook tu. Balik hujan lebat, terus ambil mak kat GMC, singgah kedai beli makanan dan balik.Headache…

Malam ni nak tengok lagi 30 Minit Bersama Ustaz Don tu. Tak ingat langsung isi ceramahnya, Benadryl lebih kuat nampaknya. Walaupun aku tak prepare apa-apa untuk esok, aku harap aku akan dapat melaluinya. Kali ni aku keseorangan. Semoga Allah beri kekuatan dan kemudahan buatku.

Sunday, October 23, 2011

Kebanjiran Pakar

Siapa kata negara kita kekurangan pakar perubatan? Sebenarnya setiap hari kita dapat melihat kemunculan pakar-pakar perubatan baru, terutamanya dalam bidang kanak-kanak.


" Saya tengok dia okay saja, tak perlulah ambil darah"
" Dia nampak penat, tapi kat sini tak buat apa-apa pun, saya nak transfer ke private hospital lah"
" Kenapa, awak tak pandai ambil darah?"


Kenyataan di atas adalah antara komentar yang dilontarkan oleh pakar-pakar ini. Saban hari mereka cuba sedaya-upaya untuk mengetengahkan pendapat mereka yang sangat profesional itu. Mereka buat keputusan sendiri sama ada ingin membawa anak yang sakit ke hospital segera, ataupun tunggu sehingga lewat malam, ataupun tunggu sehingga dapat cuti, ataupun ketika anak sudah nazak. Kemudian mereka juga yang pilih sama ada mahu masukkan ke wad atau tidak. Kemudian mereka juga yang pilih sama ada mahu diambil darah atau dimasukkan branula atau tidak. Kemudian mereka juga yang membuat pemerhatian ke atas pesakit sama ada rawatan yang diberi mencukupi atau tidak.


Wah, bayangkan jika setiap lima puluh pesakit di wad itu mempunyai pakarnya sendiri, bukankah negara sudah mengalami kebanjiran pakar-pakar pediatrik?


Pada suatu pagi Sabtu yang tenang, sedang aku dan MO buat morning rounds, seorang nurse memanggilku untuk membantu oncall collegue ku di dalam bilik rawatan. Dia tidak dapat mengambil darah daripada seorang kanak-kanak perempuan yang dirawat sebagai dengue fever. Aku masuk ke dalam bilik rawatan, keadaan agak tenang, kanak-kanak itu baru habis menangis. Dengan izin Allah, hanya sekali cucuk, aku berjaya mendapatkan FBC itu.Bapa kepada kanak-kanak itu membuka pintu walaupun prosedur belum lagi habis. Dia masuk untuk mendapatkan anaknya walaupun sudah jelas tertulis di pintu bahawa ibubapa dilarang masuk.(kawanku kata sebelum itu dia asyik buka-tutup pintu saja, memang mengganggu konsentrasi)


" Ni cucuk berapa kali ni???"
" Saya cucuk di sini, kawan saya cucuk di sini." Rakanku menjawab, cuba mengawal keadaan.
" Kenapa, awak tak pandai ambil darah?"
" Kadang-kadang memang susah sikit, encik."


Lelaki itu membawa anaknya keluar. Mulutku terkunci tapi hatiku hitam terbakar. Walaupun kenyataan pedih itu ditujukan kepada rakanku, aku tetap terasa. Apa agaknya pekerjaannya? MA dekat OPD yang selalu dan pandai ambil darah kah? Kalau pandai, lain kali encik ambil sendirilah ye.Peristiwa itu sampai ke pengetahuan MO dan nurses. Rupa-rupanya dia memang kurang bertamadun. Panggil staff nurse sekadar bersiut-siut. Apakah mahal sangat suaranya? Atau dia terlalu keliru sehingga tidak tahu apakah yang patut dipanggil terhadap wanita beruniform putih , bertudung dengan lilitan biru di kepala?Esok paginya jangan haraplah kami nak "sentuh" anak dia lagi. Ada juga manusia begini, entah bagaimanalah anaknya bila besar nanti jika bapanya berperangai begitu.


Malam yang lain pula, juga malam yang tenang, oncall dengan MO dan specialist yang baik. Ada satu new case referred from LWEH. Datang ke wad pukul 8 malam.Bila specialist buat rounds, dia clearly introduced herself, dan kemudian bertanya, kenapa mereka datang after 5 pm? Bukankah seizure tu dah berlaku pukul 1 pm? Mereka tidak menjawab. Tapi yang aku tak puas hatinya, bila specialist dan MO dah habis rounds di ward, dan pergi ke CICU, tiba-tiba bapa budak tu datang kepadaku.


" Misi, saya nak minta bawa balik anak malam ni boleh tak? Saya takut dia tak selesa, tak boleh tidur di sini.Lagipun malam ni takda bagi ubat apa-apa kan? Esok baru Neuro team nak tengok dia kan? Lagipun dia cuma fits bila kena hot bath saja."


Erk!!! Tadi masa rounds tak nak tanya, sekarang dah takda specialist baru nak tanya. Dah la panggil aku misi. Malam tu aku dan partnerku dan MO pakai blue scrubs, nampak macam misi eh?Baiknya misi ikut rounds,lepas tu tulis-tulis pula dalam notes patient. Okay, boleh dimaafkan, mungkin mereka selalu dapatkan rawatan di private hospital, di sana kan doctors cuma rounds pagi, waktu lain semua cuma ada misi,so mungkin dia fikir begitu.Aku inform MO dan sudah tentulah dia tak izinkan. Aku explained sebaik mungkin dan mereka tak jadi balik. Mujurlah mereka pandai berbahasa.


Satu, mereka ada delay untuk datang ke sini, after office hours baru sampai, tatkala bilangan doctors sudah berkurangan, Neuro team pun dah balik. Kedua, mereka tentu kecewa kerana kena duduk di wad dengan pesakit lain, maklumlah, mana ada single room- double room macam di private hospital. Ketiga, mereka lebih pentingkan keselesaan anak daripada kesihatan anak, sebab tu mereka nak selesa di rumah, sedangkan mereka tak tahu, bila-bila masa saja budak tu boleh fit balik.


Kesimpulannya, banyaklah keputusan-keputusan bombastik telah dihasilkan di wad ini, hasil kerja keras pakar-pakar bertauliah ini. Banyak lagi, sampai tak tertulis  di sini.Pengajarannya, ibu bapa perlu berilmu dengan ilmu yang betul, dan gunakanlah ilmu itu untuk kesejahteraan anak-anak, bukan untuk mencari kesalahan dan kekurangan manusia lain, kerana anda juga adalah manusia.